Kapan Kawin

Source : Pinterest

” Udah punya pacar belum? Kapan merid ? “
” Si Indah udah merid, kamu kapan nyusul? “
” Kapan ni undangannya, ditunggu ya! “
” Sudah kepala TIGA loh buru-buru dicari calonnya “
” Uda waktunya, jangan nyari duit mulu keburu tua “
” Jangan kebanyakan milih, kamu dah ngga muda lagi loh “
Dan intinya adalah ” Kapan Kawin ?!?! “
Ini nih daftar pertanyaan/ pernyataan yang paling menyebalkan sejagad raya bagi jomblo/ single, sehingga banyak jomblo yang menghindar pergi ke acara keluarga besar atau ke kondangan, bukan karna nggak suka acaranya tapi untuk menghindari pertanyaan-pertanyaan tersebut diatas, apalagi kalo pertanyaanya diajukan berulang oleh orang yang sama.

Seorang teman saya usia 25 tahun (usia yang masih relatif muda menurut saya) tiap kali bertemu curhatannya stress belum ada pacar sedangkan target untuk menikah sudah lewat 2 tahun dari rencana awal (Dia pasang target menikah pada usia 23 tahun). Lain lagi cerita teman dekat saya yang usianya 2 tahun diatas saya, bila kami text/ jumpa curhatannya nggak jauh-jauh dari urusan per-pria-an dan betapa sebalnya dijodoh-jodohin oleh orang tuanya yang keppo to the max karena sudah tidak sabar menimang cucu. Bisa jadi hal ini bukan dialami teman saya saja, mungkin diluar circle saya banyak wanita yang mengalami pengalaman serupa.

Source : Pinterest

Saya sendiri pernah menghadapi pertanyaan klasik ini dari usia baru 21 tahun, baru lulus kuliah langsung ditanya “Kapan Kawin” duh om tante 21 tahun masih muda kali, secara saya ngga pernah punya target menikah muda (target saya umur 27-29 tahun untuk menikah), tapi waktu pun berlalu 2 adik melangkahi saya merid duluan, saya sih happy-happy aja adik-adik saya merid duluan dan ngga ada perasaan iri atau buruk lainnya (adik happy masa saya sedih kan aneh).

Tapi terror pertanyaan :
” Kapan atuh si ade uda pada merid, masa iya di susul ama yg paling kecil (adik saya paling kecil 12 tahun bedanya dengan saya ) “,
” Pacarnya yang waktu itu kenapa putus, harusnya yah di cocok-cocokin aja inget umur “
” Itu ade yang laki aja dah nikah, kamu yang cewek masa dilangkahi gitu “
Intinya buruan gih kawin uda tua juga! Dari kiri kanan, depan belakang serasa ngga berhenti menanyakan, tapi uniknya papa saya sendiri ngga berani nanya kesaya, jadi lewat adik saya nanyanya 😜. Sebenernya saya sih ngga masalah ditanya-tanya tapi kalo berulang-ulang bosen juga ya, dari yang saya tanggepin baik-baik senyum lebar sampai agak sebel dan akhirnya masuk pada fase bebal, cuek dan nyantai aja.

Kalau ada yang tanya kapan kawin : Senyum Aja 😊 ( Pic : Pinterest )

Bagi orang kita walaupun sudah tahun 2016 dan hidup di kota besar tapi pemikirannya terkadang masih tradisional dan punya anggapan “Wanita yang umur 30 tahun keatas dan belum menikah artinya nggak laku”. Emanknya kita dagangan pake dibilang nggak laku 😅

Ada lagi yang bilang ke saya ” Uda mau expired juga masi pake standard tinggi”. Duh nyakitin hati orang pinter si kokoh!! Situ siapa nentuin saya expired di KTP aja ngga ada tulisannya,  cinta ditolak lidahnya langsung setajam silet 😂 ( Semoga si kokoh baca ya blog ini dan bertobat).

Sempet minder nggak sudah diatas 30 tahun masih belum nikah?
Minder sih ngga, sedikit was-was iya. Tapi akhirnya berserah aja jalanin hidup dengan happy dan melakukan banyak aktivitas menyenangkan ; hangout bareng temen , yoga, nonton dan paling enak kalo single traveling ngga ada yang larang 😉.
 
Apakah Karena faktor U ( Umur ) kriteria calon suami berubah?
Iyaa!! Berubah banget 😂 Perubahannya mungkin karena faktor usia membuat lebih dewasa dalam memilih dan bertindak.
Kriteria fisik sih yang jelas-jelas berubah :
Pada usia belia (ce-ileh belia 😜) carinya anak raja “pangeran ganteng berkuda putih”, faktor kebanyakan baca dongeng. Lalu berubah stage di usia 20an saya carinya yang seganteng Andy Lau, kebetulan dari kecil Oma saya sudah menanamkan cari pacar/ suami harus sesuku ya! Dan hal itu terpatri mentok diotak saya. Nah masuk usia 30an mulai mikir tampang sendiri aja pas-pasan maunya yang seguanteng Andy Lau?? Mulailah menurunkan standard 👨😁. Tapi kriteria tinggi badan tetep karna saya nya semampai cowoknya harus di minimal 170 cm agar memperbaiki keturunan 😜.
Standard kepribadian masih tetap pada kualitas yang sama ngga saya turunkan ; punya rumah pribadi, mobil pribadi eh ngga lah saya nggak muluk-muluk mau berharta banyak, harta bisa dicari bersama kok yang penting suami sayang sama saya, bertanggung jawab dan pekerja keras. Saya selalu ingat pesan mama saya ” Cari suami yang sayang sama kamu, biarpun kamu ngga sayang sama dia, kalo dia sayang sama kamu itu bisa merubah kamu jadi sayang”.

Sudah umur 30 nih dan pas ada cowok yang baikkk banget dan semuanya oke tapi agamanya beda, gimana ya?
Berdasarkan nasihat dari 2 teman saya yang menikah berbeda agama dan sampai saat ini mereka masi berumah tangga. ” Kalau bisa dihindari Sar menikah berbeda agama” karna agama hal yang fundamental dan banyak sekali gesekan mengenai agama yang bisa dihindari bila menikah seagama.

Well, saya berbangga masuk golongan wanita yang menikah diatas 30 tahun karena :

  • Dengan menikah di usia 33 tahun saya lebih dewasa dalam mengambil keputusan dibandingkan saat saya usia 25 tahun.
  • Membuktikan bahwa wanita usia diatas 30 tahun bukannya nggak laku, tapi beda waktunya aja. Malahan dengan menunggu lebih, akhirnya saya mendapatkan figur suami sesuai idaman saya.
  • Berdasarkan survei wanita single terlihat lebih muda dibandingkan wanita seusianya yang sudah menikah dan memiliki anak. Berbanggalah saya sempat terlihat awet muda 👩.
  • Saya sebelumnya wanita yang sangat mandiri dan suka main, jadi masa main-mainnya sudah puas.
  • Ketika saya berserah kuasa Tuhan nyata atas hidup saya. Saat saya berfikir menikah atau nggak ya sama aja yang penting happy, jalanin aja, eh tepat pada waktunya Tuhan kasih jodoh buat saya.

Dalam menunggu dan pencarian belahan jiwa saya suka melakukan afirmasi positif salah satunya di account pinterest saya, entah sudah berapa tahun ABOUT ME nya Classy and lovely, waiting for my future husband dan baru-baru ini saya ganti menjadi Classy, lovely.. Mrs Farmer.

Dan contoh lain affirmasi positif saya, saya suka banget sebuah kutipan dari John Dumelo sehingga saya post di instagram lama saya pada 15 september 2015 :

Jangan menikah untuk sex

Jangan menikah karena faktor umur

Jangan menikah karena bertambahnya usia

Jangan menikah karena merasa sendiri

Jangan menikah karena butuh dukungan financial

Jangan melakukan MBA (Married by Accident)

Jangan menikah karena takut kehilangan sesorang

Jangan menikah karena tekanan dari keluarga

Jangan menikah karena konsep wedding party dan indahnya baju pengantin

Jangan menikah karena semua teman-teman sudah menikah

Tapi menikahlah karena cinta, menikahlah karena Dia teman baikmu

Dan ketika cinta itu tidak ada, dia akan tetap bisa membuatmu tersenyum 
#suatuharisayaakanmenikah

Jadi umur berapa sih yang tepat untuk menikah?

Usia berapa saja 20, 30, 40, 50 nggak ada patokan menurut saya, ketika sudah siap dan pada saat yang tepat Tuhan kasih jodohnya.

 

Source : Pinterest

Pada saat menunggu jodoh yang dari Tuhan lakukan self acceptance; bahagia dengan diri sendiri dan memperbaiki diri. Jangan mencari pasangan yang sempurna ” Nobody’s perfect” dan jangan pernah berfikir bahwa dengan menikah akan menyelesaikan semua permasalahan pada saat single karna menikah pastinya akan ada permasalahan lain lagi ( namanya orang hidup pasti ada masalah kalo nggak ada masalah orang mati donk ).

Dan terus berusaha, saya teringat tagline reality show nya Cici Panda ” Love will find you if you try”.

 

32 comments so far.

32 responses to “Kapan Kawin”

  1. sarah says:

    Rasanya sakit Kalo ditanyain pertanyaan kek gitu. Mending bantuin kek ngenal ngenalkn kenalannya gitu. Yang nyebelin itu udah tau umurku sekian sekian, eh dikenalin /dikasih cowok yang ampun mereka (mc) sendiri males sebenarnya jadiin mantu. Pas kutolak, dibilang banyak milihlah dsb delele. Ya, iyalah semakin matang usia tentu pikiran juga panjang (matang). Apalagi yang maaf, sudah keliatan sih nggak TJ nya. Males banget.#kokjadicurhat #hiks
    Semoga dapat jodoh yang baik dan terbaik deh. Aamiin

  2. tifx says:

    Kota Yogyakarta yang masih kental dengan budaya ini berhasil merekam jejak-jejak fenomena kapan kawin menjadi lebih santai untuk didengar dan dijalani.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Subscribe to Sari's Storyline

Enter your email address and receive notifications of new posts by email.


Follow

Get the latest posts delivered to your mailbox:

Read previous post:
Happy Birthday My Love

As I celebrate his birthday I think again of when God first brought him into my life. I still remember...

Close