Lelang Anak Sapi ( Sari dan Sapi )

 

Catatan 2 Februari 2017

Pada saat winter matahari baru terbit -+ jam 8 jadi jarang-jarang kami bangun pagi buta…. Tapi pagi ini kami bangun dengan excited jam 6 teng ada apakah gerangan pagi-pagi kami sudah bangun?? Hari ini hari yang ditunggu-tunggu.. hari LELANG ANAK  SAPI ( Calves Auction) hari gajian pak gembala cihuyyyy..Seharusnya sih minggu lalu kami ikut pelelangannya, tetapi dikarenakan salju yang menumpuk maka kami memutuskan menundalah menjadi hari ini.

Si babang semangat 45 bergegas pergi ke kandang untuk mempersiapkan calves, jalur pintu dan transportasinya. Sedangkan saya leye-leye dirumah sambil menunggu cuaca lebih hangat , pada pukul 7 saya datang ke kandang cuaca sudah lebih hangat – 10C dan tapi angin sepoi-sepoi membuat masi brrr, terlihat sudah ada trailer untuk memuat calves dan sudah terlihat aktivitas memilah calves mana masuk grup mana. Perasaan saya ketika melihat ini antara sedih dan happy, sedihnya nggak bisa ketemu si calves lagi karena mereka akan dibeli peternak lain dan happynya kerja keras si babang terbayarkan.

Pagi ini, pas jam 7 teng

Calves pagi ini 🐃🐃

Proses pemindahan calves ke dalam trailer

Pagi ini untuk menangani calves Babang di bantu oleh adik, 4 driver trailer dan seorang kawan… Nah enaknya tinggal didesa kawannya tidak meminta bayaran hukumnya saling membantu pada saat diminta itu saja. Saya kali ini bagian yang kepoin foto-foto dan bila diminta berdiri di sisi mana untuk menghadang si calves ya tinggal ikutin petunjuk aja.. gampang lah.. Proses pemindahan calves dari kandang-kandang ke trailer -+ 2jam dan berjalan lancar. Dengan trailer ini si calves dibawa ke kota untuk masuk antrian pelelangan.

Baca Juga : Sapi seharga 2,6 Milyar Rupiah

Kami mendapatkan waktu lelang pada pukul 3 Sore, dan ketika kami tiba di tempat pelelangan satu yang pasti saya bisa mencium aroma sapi dan WOW sesuatu yang baru lagi bagi saya. Selama ini paling saya tahunya kalau beli sapi ya beli aja di pasar / supermarket kiloan dagingnya, atau lagi hari kurban beli satuan sapinya di tukang jual sapi. Ternyata prosesnya berbeda banget bagi peternak yang ingin menjual sapi.

Iklan se-sapi-an ditempat pelelangan

Tempat pelelangannya ada beberapa ruangan ada khusus Sapi Jantan (Bulls), Mama sapi (Cows) dan calves (anak sapi). Kami masuknya keruang lelang Calves, Calves yang dijual usianya berkisaran 10-12bulan dan beratnya 350-500kg, dan untuk harga dasar lelang berdasarkan tampilan calvesnya bila terlalu kurus maka harga dasar penawarannya akan rendah dan bila terlalu gendut juga akan rendah, harus yang proposional yang harga dasarnya bagus dan bukan satu persatu lelangnya tapi pergrup :).

Suasana dalam ruang pelelangan calves, ditempat calves berdiri itu ada timbangannya jadi berat total si calves ketauan 🐃😉

Suasana di ruang pelelangan untuk kelompok calves putih

Suasana di dalam ruang lelang ramee.. rame calves dan rame calon pembeli dan calon penjual serta cukup berisik dari si narrator lelangnya, karena saya orang baru di dunia persapian jadi lihatnya unik dan lucu… betapa cepatnya si Narator lelang ngomong tawar harga, cepatnya pembeli menawar dan perpaduan hebohnya si calves bergerak.

 

Untuk calves kami proses lelangnya cukup cepat -+ 15 menit dan setelah itu kami pergi ke Kantor admin untuk mengambil check nya dan membawa ke Bank. Btw pakaian si babang nggak ganti habis dari pagi bermain dengan calves jadi masi melekatlah itu pupup dan lumpur.. tetep PD loh pergi ke Bank.. kalo di Jakarta ke Bank begono bisa diusir satpam .. disini sih diterima dengan baik dan diajak ngobrol manis tetep.

Hari lelang adalah hari yang panjang dan melelahkan buat para calves dan pak gembala .. Walaupun penjualan kali ini meleset dibawah prediksi tapi kami tetep bersyukur dan malamnya merayakan dengan grill steak Chef babang #heisagoodchef bersama emak mertua.

Demikian catatan 2 Febuari 2017 yang di post pada 13 Febuari 2017, #Ehh ada berita gembira loh sore 13 Febuari ini baby calf pertama lahir di Bainbridge Farm 🤗🐃, ditunggu ya cerita selanjutnya Sari dan Sapi 😉😉

Xoxo, Sari si penggembala sapi 😊
29 comments so far.

29 responses to “Lelang Anak Sapi ( Sari dan Sapi )”

  1. Sari bgm bikinnya spy anak sapi beratnya proposional? 😀 kurus dan terlalu berat kan harganya lebih murah.

  2. Diski says:

    Lucu banget sar payday nya lelang sapi.. Hihihi kalo di jakarta cuma nunggu uang masuk ke rekening, ga ada deh cerita serunya

  3. Susan says:

    Itu narator ngomong yg ngerti cuma yg mau jual dan beli kyknya ya sar.

    Seru yaa.

  4. Dewi Nielsen says:

    Selamat ya Sar, sudah nambah anggota keluarga sapi 🙂 seru banget ceritanya 🙂

  5. Deny says:

    Hahaha yang tukang lelangnya lemes banget ya ngomongnya aku jadi ngikik bayangin dia ngomong tanpa jeda. Btw Sar, videomu hari ini masuk NET 10 ya, lihat di twitter soalnya videoku juga hari ini tayang di NET 10. Selamat Sari (Baru tahu nama aslimu di sana)

    • Hahaha iya Den,ngomong Tanpa jeda.. dulu aja dikirimin video AMA Matt aku ngikik, eh ngeliat sendiri tambah ngikik.
      Aku pas bangun kaget donk Den, dpt email yang ini sudah publish pdhl aku ga niat ngirimin dan kali ini cepet 2hr Dari kirim langsung di publish. Selamat juga ya Den video kamu ya (sayang aku ga main twitter).
      Aku pakai nama adik den krn NPWP ku entah dmana hehehe

  6. Seruu banget itu lelang sapi..

  7. Yudi Randa says:

    lebih hangat? 10C??? ya salaaaam… habis idungku kak..

    btw, seumur2 mimpi yudi pengen duduk di kursi samping sopir mobil truk itu kak… rasa2nya kereeen kali ya??

  8. Kalau di Indo mirip kayak pasar hewan gitu kali yaa kak??tapi sepertinya di Indo masih tradisional sekali…beda yaa sama di sana.

  9. Leli says:

    Hahahhaa aku liat videonya ikut ngakak. Itu kayak lagi komat kamit.

    Dan sapinya juga gitu yah gabisa diem kesana kemari 😀

    Wah iya.. kalau di jakarta pasti gaboleh masuk itu mbak sama security nya.

  10. inly says:

    pelelangan mang gitu yah ngomongnya yang tahu cuma yang jualan dan yang mau beli.. soalnya cepet2an kan? haha..

  11. nitalanaf says:

    Jual sapinya lebih heboh ya di sana. Dilelangnya per-grup juga. Wah bener2 pengalaman yang luar biasa ya untuk Mba Sari 🙂

  12. vika says:

    pengen donk sapinya mbak hehehe..

    mungkin disana agak sulit ya didapat sapinya mbak ?

  13. sarah says:

    Wuih seru ternyata proses jual beli sapi lewat lelang kek gitu ya. Sapinya ada yang ngamuk nggak mbak, anaknya dilelang gitu? Btw, Kalo disini pake baju model Babang mbak plus bau bisa disinisin sama security banknya.#hahaha

  14. Itu narator + sapinya sama hebohnya…hahahaha

  15. yulan says:

    mbak sariiii, ihhhh sumpahhh seruuuuuuuuu. aku baru nemu blog mbak, langsung sukak!! :’)))

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Subscribe to Sari's Storyline

Enter your email address and receive notifications of new posts by email.


Follow

Get the latest posts delivered to your mailbox:

Read previous post:
Hati-hati Bule Tuti (Bule Scammer)

Sempat keluarga saya mengingatkan " Non, hati-hati loh itu kamu kenalnya ketemu di Coffee shop begitu aja dengan si babang. Udah pernah ketemu...

Close