Berkendara di Jakarta VS South Dakota

Masih inget Dora the Explorer yang tiba-tiba tenar karena menyerang Polisi? Pas lihat videonya saya hanya bisa senyum geleng-geleng ckckck habis makan apa si ibu, ditilang juga nggak bisa segahar itu ngamukin polisi, mungkin dia stress kehilangan boots (Monyetnya Dora ), tapi makasih loh bu Dora, gara-gara video ibu saya langsung terinspirasi menulis blog ini.

Saya sangat memaklumi stress-nya warga Jakarta ditengah kemacetan, klakson yang bersautan, serobot sana sini, metro mini yang ugal-ugalan ( masih ada ngga metro mini ? ) belum lagi pas macet kebelet panggilan alam, pengen pipis.. OH NO…

Baca juga : Kota Jakarta dan Desa Ethan

Beberapa bulan di South Dakota (Sodak) saya langsung bisa melihat dan merasakan perbedaan signifikan menyetir di Jakarta dan di Sodak, versi saya perbedaanya :

Pertama,

Kalau di Indo pengemudi kursinya disebelah kanan dan jalur menyetir sebelah kiri, jadi biasa belok kiri langsung boleh belok, ngga perlu menunggu lampu merah, tapi kalau di USA pengemudi duduk disebelah kiri dan jalur menyetir sebelah kanan, jadi belok kanan biasanya boleh langsung. Awal mulanya saya tidak terbiasa; mau masuk mobil posisi penumpang larinya ke bangku pengemudi dan pas nyetir pertama kali agak kagok tapi lama-lama terbiasa.

Kedua tingkat kemacetan beda bingitzzz

Di Sodak, saya tinggak di kota kecil yang masihhh sepi, so bila si babang bilang ” Duh macet ” itu paling cuma menunggu 3-5 mobil lewat 😜

Lenggangnya Jalan desa Ethan

Kepadatan lalu lintas Jakarta (Source : Google)

Kalau Jakarta nggak usah saya jelaskan panjang lebar pasti sudah langsung mengerti macetnya bagaimana, hanya pas lebaran jalanan Ibukota lancar. Bila di Jakarta dari Mall Taman Anggrek ke Kemayoran butuh waktu minimal 1 jam karena macet, di Sodak dengan jarak yang sama hanya butuh waktu paling lama 15 menit.

Kualitas Jalan

Jalan protokol di Jakarta bagus dan bersih tapi beberapa daerah lain banyak yang berlubang dan kurang bagus, di Sodak jalanan rapi dan jarang banget yang berlubang, walaupun depan kami gravel road tapi jalanannya rapi dan bersih.

Jalan berbatu dan bersih

Rambu Lalu Lintas

Orang kita kurang mematuhi rambu lalu lintas  sedangkan di Sodak warganya cukup memperhatikan rambu lalu lintas.

Stop sign

Dalam kondisi apapun ; sepi dan jelas banget nggak ada mobil dari arah lain, nggak ada kamera or polisi yang nungguin tapi mobil akan berhenti setiap ada stop sign, kalau di Jakarta nggak mungkin pasti bawaannya akan terus melaju.

Sesepi apapun ketika melihat tanda ini pasti STOP

Kecepatan Maximum

Misalnya tertera kecepatan maximum 50 mph maka rata-rata orang akan menyetir dikecepatan tersebut tapi karena saya sudah terbiasa di Jakarta jadi kebawa disini jalanan sepi pasti saya langsung tancap gas melebihi kecepatan dan si babang akan bilang “Slow Down!!”. Saya jarang memperhatikan batas kecepatan di Jakarta karena sudah terbatasi oleh kemacetan jadi tidak mungkin melewati batas. 😜

Menyuap Polisi

Saya teringat pertama kali saya diberhentikan polisi, baru bener-bener dilepas nyetir sendiri eh sudah kena STOP oleh polisi. Ketika itu sekitar pukul 7 pagi disimpang empat Gajahmada Plaza saya nggak tahu kalau mau jalan lurus nggak boleh berada dijalur kanan alhasil saya di STOP bapak Polisi, setelah melihat SIM saya si bapak menjelaskan kesalahan saya, dan saya mengangguk karena saya pikir ya memang saya salah siap ditilang, eh setelah menjelaskan si bapak bilang “Ya sudah damai saja”. Saya masih bengong aja menunggu surat tilang, dilihatnya saya nggak nangkep apa itun”Damai”, langsung si pak Polisi to the point “Ya sudah damai saja, anda tidak saya tilang, didompetnya ada berapa?” Barulah saya mengerti dan buru-buru keluarkan dompet didepan pak polisi dan beneran isi dompet saya hanya selembar uang lima ribu rupiah, langsung dicaburlah 5000 itu oleh si bapak Polisi.

Lain cerita lagi saya bertemu Polisi baik, didaerah Tangerang saya salah jalan dan di STOP oleh pak Polisi, si Polisi memeriksa  SIM saya dan menjelaskan kesalahan saya, saya bilanh “Iya maaf pak, saya tidak begitu paham daerah sini” dan karena sudah pengalaman lansung gerak cepat saya ambil 100ribu dari dompet dan langsung mau selipin ketangan si bapak Polisi, ehhhh ditolak loh sama si bapak ( baru kali ini saya ditolak ama Polisi). Sambil menolak dia bilang ” Nggak mbak jangan, saya tidak menerima ini” saya jawab “gapapa pak, terima saja saya iklas kok” tetap si polisi menolak dan bertanya “Mbak ada handphone?” “Iya pak ada” jawab saya. “Ok mbak saya nggak terima ini dam mbak kalau busa sms ke nomor sekian (saya lupa nomornya) tulis : Terima kasih pak Polisi”, wuihh saya merasa terharu oleh pak Polisi baik hati ini.

Saya pernah DUA KALI ditilang Polisi, beberapa kali menyuap polisi dan beberapa kali menggunajan nama petinggi kepolisiam untuk menghindari tilang, well hal ini dapat dipastikan tidak bisa saya lakukan di USA.

( Source : Pinterest )

Suatu kali kami di Sodak, sehabis menjemput ayah saya di airport karena sudah malam si babang melaju kencang di STOP lah oleh mobil polisi, batas kecepatan maximal dijalan tersebut 60MPH dan kami melaju di 66MPH alhasil dapatlah ticket fine $115, ayah saya yang tentunya orang Indonesia langsung minta saya translate ke babang ” Udah kasi aja $20 atau $50 beres” langsung si babang ketawa “Nggak bisa begitu disini, kalau saya suap polisi maka akan dapat ticket kedua yang lebih mahal daripafa ticket pertama.” 😜

 

Motor, Traktor, Sapi dan Rusa

Bila di Jakarta selalu kita lihat banyak motor ; dijalan kecil maupun di jalan raya dan sudah terbiasa melihat motor pas lampu merah diposisi paling depan dan membuat garis baru, beda halnya dengan di Sodak saya jarang sekali melihat motor, adapun motor kalau lagi rally adalah motor gede, disini saya lebih sering berpapasan dengan traktor yang guede-gede, walaupun traktor gede nggak semenakutkan motor yang imut-imut.

Tumpukan motor di Jakarta ( Source : Google )

Lebih sering Traktor melintas di Ethan

Sudah jadi hal yang lumrah di Jakarta paling ditakuti pas nyetir mobil adalah motor dan metro mini, tapi kalau disini yang saya takutkan tiba-tiba ada rusa melintas, saya pernah menghentikan kendaraan untuk memberikan jalan ke turkey dan keluarganya lewat dan pemandangan indah melihat petanu menggembalakan sapi untuk pindah ladang.

Petani memindahkan sapi ke ladang lain

Petani memindahkan sapi ke ladang lain

Saya sering mendengar orang bilang ” Kalau kamu bisa survive menyetir di Jakarta maka akan bisa nyetir dimana saja.”

Saya ada setuju dan tidaknya dengan pernyataan ini, setujunya mungkin adalah faktor kesabaran, bila di Jakarta saja bisa sabar nyetir macet-macetan, berarti pasti bisa nyetir ditempat yang lenggang.

Nggak setuju ya karena setiap negara punya aturan berkendara yang berbeda jadi tetap mesti ada penyesuaian, apalagi winter seperti sekarang ini salju beda banget kondisinya lebih licin dan harus lebih pelan.

Btw, bila berkendaranya masuk di daerah Ethan dan Parkston setiap ketemu kendaraan lain harus angkat satu jari sebagai tanda “Hallo” bagi seorang petani dan 2 jari sebagi tanda orang umum, kebayangkan kalau hal ini dilakukan di Jakarta.. gempor deh si jari 😜

Dimanapun berkendara harus berhati-hati dan jangan terbawa esmosi seperti Dora the Explorer. 😉

Pada saat salju dan angin kencang jarak pandang sangat pendek, harus menyetir extra hati-hati

25 comments so far.

25 responses to “Berkendara di Jakarta VS South Dakota”

  1. Jimmy says:

    Sar, sudah punya driving license disana ya?
    Oh iya mau nanya lagi, foto2 mu bagus sar, itu krn kameranya atau cuaca disana bagus ya? Foto jalan berbatu aja bs bagus banget, bs jadi wallpaper di pc 😄

  2. wendy says:

    Wah tks Sari tulisannya, mantep ulasannya….happy holiday

  3. Charless Sibero says:

    Jadi inget pernah dimaki sama mobil sebrang, krn maen jalan aja di stop sign 😂😂😂

  4. Lita says:

    Senengnya baca tulisanmu🙏

  5. Fatma says:

    Waah brasa damai di sodak, ethan ya

  6. Frank says:

    Ibu Nonon bagus bagus blognya.. mayan buat referensi and lepas penat…

  7. ivonie says:

    karana macet itulah, suami kalau di suruh milih tinggal di Jakarta atau Malang pilihannya Malang. pas mau dapat tugas belajar juga gt, dia lebih pilih ke Yogya mbak 😀

  8. leli says:

    Hahahaha aku kayaknya tau nih siapa dora the explorer yang di maksud. Pertama kali liat videonya mah di path nya temen. Terus temen nunjukin “Lihat deh bu ibu ini, kelar idup lo”
    hahahaa

    Eh keren yaaaa duuh kalau baca tulisan yang dari luar gini selalu pengen cepet cepet bikin paspor. Iya indonesia itu indah, sangat indah. Alamnya.
    Tapi untuk keadaan macetnya, apalagi di jakarta. Big NO NO 😀

  9. Aku lupa tepatnya seperti apa, tapi kalau gak salah Seno Gumira pernah nulis kurang lebih begini, “sungguh mengerikan hidup orang kota yang menua di jalan dan menyesal di hari tua” <— karena menghadapi macet dan gilanya ibukota.

    Liat fotonya serem, Palembang pun mulai parah macetnya walaupun terjadi karena pembangunan LRT (mudah2an segera rampung amin ^^)

  10. Renny Magdalena says:

    Senang bc blog ini, dakota selatan brarti tmpt tinggal laura inggals ?

    • Hihi barusan buka google Laura Inggals saya tahu 🙈. Y
      Laura Inggals yang penulis ya Ren? Kalau iya berarti deket2 sih beda state aja dia di Missouri terakhir ( jadi baca biographinya saya)
      Thanks ya Ren mampir dan baca 😊

  11. Suamiku pas baru balik Indo juga agak bingung ama cara berkendara di sini :D.. dia lama di jerman dan finland, makanya pas balik ke jakarta, lgs stress ama tingkat kemacetannya yg super duper seram ;p.. hihihihi, tp lama2 toh biasa jadinya… skr aku nya mbak yg ga berani blasss bawa mobil di jakarta…mending pake supir ato gojek ato taxilah… drpd mobilku lecet2 trs tiap hari ;p

    • Hahhaa iya mending naik grab or uber or gojek, aku juga pas ada uber dkk senengan naik uber dkk lebih nyaman aja trus ada promo2 pula jadi jatohnya lebih murah dari parkir dimall 😜

  12. Miranda says:

    Keren ya sar

  13. Susan says:

    What a contrast view!!!

    Setuju, dimana pun tetap harus hati2.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Subscribe to Sari's Storyline

Enter your email address and receive notifications of new posts by email.

Recent Posts


Follow

Get the latest posts delivered to your mailbox:

Read previous post:
Kapan Kawin

" Udah punya pacar belum? Kapan merid ? " " Si Indah udah merid, kamu kapan nyusul? " " Kapan...

Close